Friendship,
apa itu pertemanan? Apakah sebuah ikatan yang lekang oleh waktu? Atau tak
lekang oleh waktu? Semua bilang ada mantan pacar, mantan istri mantan suami
tapi tak ada yang namanya mantan teman/mantan sahabat. Apakah aku punya teman?
Ya, banyak. Apakah aku punya sahabat? Aku belum tau, coba tanyakan mereka.
Apakah mereka menganggap aku sebagai temannya. Tapi kita coba ulik dulu apa itu
sahabat, sahabat adalah sebuah ikatan antar teman namun lebih dari seorang
teman dan kenalan. Sahabat adalah tempatmu berbagi selain keluarga, bisa
dibilang sahabat adalah keluarga yang tak terhubung oleh darah. Bahkan beberapa
hubungan persahabatan lebih kental dibandingkan hubungan keluarga. Sekarang
kita telisik apa pentingnya memiliki sahabat. Disaat kamu membutuhkan seseorang
namun bukan dari keluargamu tapi bukan juga teman yang hanya kamu sapa tiap
harinya, maka kamu akan pergi kemana? Tentu pilihan yang tersisa hanya tinggal
sahabat. Sahabat adalah dirimu yang lain, sahabat adalah orang yang selalu
bersamamu disaat suka maupun duka. Sahabat ada bukan hanya disaat dirimu
bahagia, namun juga selalu ada disaat duka terdalam.
Sekarang kamu
bertanya apa aku punya? Tentu aku akan kesulitan menjawabnya, aku tak tahu apa
aku yang terlalu sombong untuk menceritakan kesedihanku atau aku hanya merasa
tak perlu untuk memberitahu karena merasa tak ada yang mau mendengar cerita sedihku?
Sahabatku satu satunya hanya buku, aku menuliskan bahagia dan sedihku disana.
Satu-satunya yang tahu semua tentang diriku. Yang bahkan tak ada seorangpun
yang tahu. Aku hanya merasa semua temanku sudah mempunyai sahabatnya
masing-masing dan aku tak menjadi bagian terdalamnya. Idealnya satu orang akan
mempunyai satu sahabat yang merupakan dirinya yang lain. Tapi aku tak
menemukannya untuk diriku, semua sudah memilikinya masing-masing. Mungkin
dahulu aku terlalu sibuk memikirkan untuk mempunyai sebanyak mungkin teman dan
melupakan untuk mencari satu sahabat yang akan selalu ada untukku kapanpun aku
membutuhkannya.
Aku memang
bersyukur mempunyai teman-teman yang tanggap jika aku sedang kesusahan, namun
aku selalu merasa bersalah tapi disisi yang lain aku juga menikmatinya.
Terutama dengan A, N dan R. Dulu aku mempunyai orang yang tahu semua
cerita-ceritaku, namun pada akhirnya sama seperti yang lain dia menghilang
seiring pertemuan kami berkurang. Sepertinya benar saat orang bilang bahwa
semakin tua temanmu hanyalah dirimu sendiri. sedih melihat cerita-cerita fiksi
yang memperlihatkan persahabatan yang sangat dekat, aku tak tahu bagaimana itu
rasanya. Setiap kebaikan yang aku terima rasanya menyakitkan, sakit rasanya
menerima kebaikan atas rasa kasihan. Kini aku tahu rasanya orang-orang yang
memiliki kekurangan dan marah jika merasa dikasihani. Karena sakit rasanya
untuk tidak bisa melakukan apa yang seharusnya bisa kamu lakukan dan menerima
bantuan atas rasa kasihan.