kemarin, 15 tahun yang lalu tepatnya tanggal 11 April 1998 pukul 06:30 pagi..
seorang bayi lahir dari rahim ibu, dengan keadaan sehat walafiat..
bayi itu lahir dari keluarga yang bahagia karna menyambut kedatangannya ke dunia..
hari berganti hari..
bulan berganti bulan..
bayi itu tumbuh dan berkembang layaknya bayi normal lainnya..
walaupun ayahnya pergi merantau untuk mencari nafkah..
hal itu tak meruntuhkan semangat sang ibu untuk menyayangi anaknya..
genap berumur 9 bulan, ibu itu bersama sang bayi dibawa pergi merantau juga bersama sang ayah..
hidup dalam keluarga kecil yang tidak bergelimangan harta, tak membuat sang ibu bersedih..
cobaan dan masalah banyak mereka arungi bersama..
walaupun dalam keadaan yang susah.. mereka tetap hidup bahagia..
usaha yang dilakukan sang ayah perlahan-lahan membaik dan membaik..
walaupun usahanya sudah membaik..
mereka masih tetap tinggal di atap rumah kontrakan yang sempit dan kecil..
sang bayi pun merayakan ulang tahun pertamanya..
walaupun hanya pesta sederhana.. namun layak masih disebut pesta kecil-kecilan.
di keluarga yang sederhana bayi itu tumbuh dengan bahagianya..
bayi itu sudah menjadi anak yang sehat dan normal..
Ayahnya yang mencari nafkah tapi tetap peduli dengan keluarganya..
Ibunya yang sangat menyayangi anaknya dengan sepenuh hatinya..
3 tahun kemudian, anak itu mendapatkan seorang adik laki-laki..
betapa bahagianya keluarga kecilnya saat itu..
Adik kecilnya itu lahir dengan sehat dan normal juga..
Adiknya itu di beri nama Giri Dirgantara Dwi Utomo..
atau sering di panggil dengan nama Dirga..
setelah sang adik lahir, keluarga kecil itu berpindah tempat berlindung..
masih dengan rumah kontrakan yang agak lumayan luas dibanding rumah yang sebelumnya..
dua tahun kemudian Anak itu bersekolah di Taman Kanak-kanak..
Di taman kanak-kanak dia mendapatkan banyak teman..
walaupun ia suka di taman kanak-kanak..
tetapi ia lebih suka berada dirumah dengan adik kecilnya dan ibunya..
Sekolah Dasar..
yang anak itu pikirkan saat pertama kali bersekolah disana adalah..
Neraka, Ya! neraka.. bagaimana tidak? SD sangat berbeda dengan TK..
disana tidak ada ayunan, papan seluncur ataupun jungkat-jungkit..
guru SD pun tak seramah guru TK..
meja dan kursinyapun tak berwarna, kamar mandinya yang menyeramkan..
dan masih banyak lainnya yang ia pikirkan..
tetapi setelah betahun-tahun berada di SD..
akhirnya anak itu nyaman berada di sekolah dasar...
ia mendapatkan banyak teman baru lagi..
walaupun banyak juga teman TKnya yang bersekolah di gedung yang sama..
keluarganya pun sekarang sudah hidup berkecukupan..
keluarganya tetap bahagia seperti dulu..
Sang Ayah masih sibuk mencari nafkah tetapi masih menyempatkan waktunya untuk keluarga..
Sang Ibu tetap hangat senyumnya sambil menjaga kedua anaknya..
namun semua kebahagian itu perlahan-lahan memudar..
itu semua karna sang ayah.. sang ayah yang sekarang telampau sibuk..
sibuk dengan segala pikirannya tentang uang uang dan uang..
sang ayah sekarang jarang berada dirumah..
sang ayah sekarang sibuk dengan teman barunya..
sang ayah sekarang tak perduli lagi dengan keluarganya..
Saking sibuknya sang ayah bahkan lupa dengan ulang tahun anak pertamanya..
bahkan sekedar untuk membeli kue atau kado, mengucapkan selamat ulang tahun saja tidak..
tapi sang anak tak mau berlarut-larut bersedih..
ia sudah bahagia mempunyai teman yang sayang dan peduli kepadanya..
Ia terlampau bahagia sampai ia lupa kesedihannya..
Ayahku yang tercinta..
Atas nama diriku, ibuku, dan adik-adikku..
kita semua sayang Ayah..
Kita masih butuh kasih sayang ayah..
kita cuma butuh perhatian ayah..
bukan segala materi yang ayah beri..
please be the old you pa..
we love you so much..
Sincerely,
Eka